Wednesday, November 12, 2014

tentang hati

ini tentang hati yang terluka..
terluka bukan karena cinta, tetapi tetap saja melibatkan 2 orang manusia

ini tentang hati yang terluka..
terluka bukan karena patah hati, tetapi tetap saja melibatkan seorang lelaki

ini tentang hati yang terluka..
terluka karena tak diberi kesempatan untuk berkata
terluka karena hanya selalu dipandang sebelah mata
terluka karena "kita"

ini tentang hati yang terluka..
terluka bukan karena patah hati, bukan juga karena cinta

ini tentang hati yang terluka..
atau sebut saja..

ini tentang kita, 

yang terluka.

kebudayaan dari india

India merupakan salah satu negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa dan menjadi negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Dalam sejarah, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting pada peradaban kuno seperti Budaya Lembah Indus yang merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama dunia yaitu Hindu, Buddha, Jainisme dan Sikhisme. Selain itu negara India merupakan bagian dari Britania Raya sebelum meraih kemerdekaan pada tahun 1947.

Dari segi budaya, India juga mempunyai kebudayaan yang unik, khas dan menarik yang tak kalah dengan kebudayaan dari negara lain. Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme dan pluralisme budaya. India mampu mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu dan menyebarluaskannya ke tempat-tempat lain di Asia. Kebudayaan tradisional India memiliki hirarki sosial yang relatif ketat. Sejak usia dini, anak-anak diajari tentang peran dan kedudukan mereka dalam masyarakat. Tradisi ini diperkuat dengan kepercayaan kepada dewa-dewa dan roh yang dianggap berperan penting dan tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Orang India sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional. Masalah-masalah yang timbul dalam keluarga sering diselesaikan secara patriarkisme. Di India, pernikahan dipandang sebagai ikatan seumur hidup, sehingga angka perceraian sangat rendah.

Berikut ini merupakan tradisi budaya India yang untuk, khas dan menarik untuk dibaca :

Diwali

Diwali atau disebut juga Divapali, Divali, dan Deepawali adalah sebuah perayaan di India yang dilaksanakan selama lima hari. Selama lima hari tersebut semua perkantoran, bank, dan pabrik tutup untuk merayakan Diwali. Pada saat perayaan Diwali, orang India memakai baju baru, menyajikan manisan, bertukar kado dan menyalakan lampu-lampu kecil untuk menerangi rumah mereka dan menghiasnya dengan lampion-lampion.

Diyas, lampu pada perayaan Diwali

Lampu yang digunakan adalah lampu kecil yang terbuat dari tanah liat yang diisi dengan minyak kelapa dan diberi sumbu atau lilin-lilin kecil yang bisa terapung di kolam-kolam. Diwali dapat diartikan sebagai hari dimana bulan sedang tidak bersinar dan kegelapan ada dimana-mana. Maka pada hari Diwali dinyalakanlah lampu-lampu untuk menerangi yang dimaknakan sebagai energi positif dan harapan.

Pada hari pertama perayaan Diwali, orang-orang India akan bangun pagi untuk mandi dan memakai baju barunya (seperti perayaan lebaran). Setelah itu mereka melakukan sembahyang kepada Dewi Lakshmi dan Lord Ganesha. Mereka mengirimkan doa untuk orang yang telah tiada dengan cara memberikan rangkaian bunga pada photo orang yang meninggal tersebut. Setelah sembahyang orang India meminta restu kepada orangtua dan sarapan bersama (makan manisan).

Di balik perayaan Diwali, ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa Ravan (di Indonesia disebut Rahwana) menculik Sita (Sinta) di hutan tempat Prabu Rama dan Sita tinggal. Mereka tinggal di hutan atas perintah dari ayahanda Prabu Rama yaitu Raja Dasharatha. Setelah tahu isterinya diculik, Prabu Rama menyerang Lanka dan membunuh Ravan untuk membebaskan Sita. Setelah membebaskan Sita, Prabu Rama akhirnya kembali ke Ayodhya bersama dengan Sita dan adiknya Lakshamana. Karena itu orang-orang di Ayodhya menyalakan lampu-lampu kecil (diyas) untuk menyambut kedatangan Shri Ram dan Devi Sita.

Selain legenda Prabu Rama dan Sita, ada juga yang mengatakan bahwa perayaan Diwali adalah sebagai kembalinya Pandavas (Pandawa) dalam epic Mahabharata. Mereka tinggal selama 13 tahun dihutan karena kalah bermain dadu dengan Kauravas (Kurawa). Saat Pandavas kembali, bertepatan dengan hari Amavasyaa, rakyat dari kerajaan merayakannya dengan menyalakan lampu-lampu kecil sebagai tanda ucapan selamat datang. 

Mehndi

Mehndi adalah seni melukiskan gambar pada tangan dan kaki dengan menggunakan pacar atau Inai. Mehndi merupakan adat dan seni kuno yang sangat tua di Asia, yang sampai sekarang masih dapat dipertahankan dan digunakan. Dinasti Mogul yang mengajarkan semua tentang sejarah Mehndi dan memperkenalkannya ke India pada abad ke  12. Ada yang mengatakan asal mulanya Mehndi dari Mesir, di Mesir Mehndi telah digunakan sejak zaman kerajaan Firaun. Budaya merantau yang dilakukan pada masyarakat dulu untuk tujuan perdagangan menyebabkan pemakaian Mehndi (Inai) menyebar ke seluruh kawasan yang dikunjungi (Asia). Ratu Mesir Cleopatra telah menggunakan Inai untuk mewarnai rambutnya. Lain halnya dengan India, di India Mehndi (Inai) umumnya digunakan pada saat upacara pernikahan.


Menurut tradisi orang India, Mehndi umumnya digunakan untuk upacara pernikahan. Pada saat hari pernikahan, pihak keluarga pengantin wanita menghiasi tangan dan kaki mereka seindah dan semenarik mungkin dengan Mehndi sebagai pertanggungjawaban orangtua. Mehndi yang dipakai akan meninggalkan bekas noda seperti motif yang digambar, noda tersebut aman bagi kulit karena bersifat sementara dan tak menutupi pori-pori kulit.

Rakhi

Rakhi atau disebut juga Rakshsa Bandhan merupakan sebuah festival yang biasa dilakukan setiap tahun di India. Rakhi dapat diartikan sebagai perayaan cinta tanpa syarat dan ikatan kasih sayang seorang wanita kepada seorang pria sehingga ikatan mereka seperti antara kakak dan adik.


Rakhi dibuat dari benda berupa tali yang sudah dimodifikasi dengan berbagai macam bentuk dan bahan. Rakhi tersebut kemudian diikatkan oleh seorang wanita (bisa saudara, isteri atau teman) pada pergelangan tangan pria dan memintanya untuk melindunginya. Kemudian sang pria biasanya memberikan hadiah dan berjanji untuk melindungi wanita yang memberikan Rakhi tersebut. Setelah itu dilakukan pemujaan dan berdoa kepada tuhan yang maha kuasa. Di India, festival Rakhi biasanya dirayakan pada bulan purnama ke-10 setiap tahunnya.

Pakaian Tradisional India

Warna-warni dan gaya pakaian tradisional di India bergantung pada berbagai faktor terutama iklim dan daerah tempat tinggal. Sama seperti di Indonesia, masing-masing daerah di India mempunyai bentuk pakaian yang berbeda-beda. Namun pakaian berupa kain yang disampirkan atau disilangkan keatas bahu merupakan gaya busana yang populer di India.


Wanita mengenakan pakaian yang disebut Sari atau Saree, sedangkan pria mengenakan pakaian yang disebut Dhoti atau Lungi. Pakaian yang dijahit juga populer seperti salwar kameez yang dikenakan wanita. Bahan yang digunakan untuk Sari memiliki banyak detil, bahkan ada yang menggunakan benang emas atau benang perak asli.

Masakan India

Masakan India mencakup berbagai masakan khas dari berbagai kawasan di India. Ciri khas masakan India adalah pemakaian bumbu serta rempah-rempah yang beraneka ragam. Makanan pokok orang India adalah beras dan gandum. Rempah-rempah seperti merica aslinya berasal dari India. Masakan India biasanya sangat pedas, namun pedas yang dimaksud biasanya masakan yang memakai banyak rempah-rempah dan rasa yang kuat. Salah satu masakan India yang enak dan pedas adalah martabak kari. Selain itu ada manisan, ayam tandoori, roti Chapati (kalau di Indonesia namanya roti Cane) dan nasi briyani.

Musik, Tari dan Teater di India

Musik di India mencakup berbagai jenis musik daerah dan musik tradisional. Musik tradisional India dapat dibagi menjadi dua yaitu, Hindustani (India Utara) dan Karnataka (India Selatan). Musik filmi dan musik rakyat India merupakan bentuk-bentuk musik pop yang telah menjadi bentuk musik daerah. Musik yang dibawakan oleh kelompok baul berakar pada tradisi sinkretisme dan merupakan contoh musik rakyat yang dikenal luas.

Tari India juga terdiri dari bentuk-bentuk tari klasik dan tari rakyat. Di antara tari rakyat India yang dikenal luas, misalnya bhangra dari Punjab, bihu dari Assam,chhau dari Benggala Barat, Jharkhand dan sambalpuri dari Orissa, serta ghoomardari Rajasthan. Akademi musik, Tari dan Drama Nasional India telah mengakui delapan bentuk tari sebagai tari klasik India. Hentakan kaki dan gerakan tangan yang berbeda-beda dalam tari India mampu mengekspresikan berbagai kata dan keunikan bagi orang yang melihatnya.


Teater di India memadukan musik, tari dan dialog yang memakai skenario atau improvisasi. Kisahnya sering didasarkan pada mitologi Hindu, namun sebagian di antaranya mengambil ide dari kisah percintaan abad pertengahan, sambil menyinggung peristiwa-peristiwa sosial dan politik. India memiliki industri film terbesar di dunia yaitu Bollywood. Industri film Bollywood berpusat di Mumbai dan telah menjadi industri film paling produktif di dunia.



Sumber:
http://anggriana246.blogspot.com/2011/05/kebudayaan-india.html

kebudayaan daerah makassar

Makassar merupakan ibu kota dari provinsi sulawesi selatan. Makassar terkenal dengan berbagai macam kebudayaannya dan makanan khasnya yang sangat enak. Maka dari itu banyak sekali orang-orang selain orang makassar sangat menyukai makanan khas makassar. Makanan khas Makassar antara lain coto Makassar, pisang ijo, pisang epek, pisang palubutung, kondro, barongko dan masih banyak lagi. Selain itu tariannya pun menarik. Antara lain tarian Pakarena. Pada abad 20, tarian ini keluar dari tradisi istana dan menjadi pertunjukan populer. Seringkali dipentaskan di sejumlah acara, seperti pernikahan, ritual pengobatan dan sunatan. Tari ini sangat energik, terkadang begitu hingar bingar oleh musik, namun diiringi oleh tarian yang sangat lambat lemah gemulai dari para penari wanita muda. Dua kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik) mengiringi dua penari.
Sementara itu, busana adat Makasar memiliki perbedaan antara busana pria dan busana wanita. Busana adat pria dengan baju bella dada dan jas tutunya sedangkan busana adat wanita dengan baju bodo dan baju labbunya.

Busana adat pria.
Terdiri atas baju, celana atau paroci, kain sarung atau lipa garusuk, dan tutup kepala atau passapu. Baju yang dikenakan pada tubuh bagian atas berbentuk jas tutup atau jas tutu dan baju belah dada atau bella dada. Model baju yang tampak adalah berlengan panjang, leher berkrah, saku di kanan dan kiri baju, serta diberi kancing yang terbuat dari emas atau perak dan dipasang pada leher baju.
Khusus untuk tutup kepala, bahan yang biasa digunakan berasal dari kain pasapu yang terbuat dari serat daun lontar yang dianyam. Bila tutup kepala pada busana adat pria Makasar dihiasi dengan benang emas, masyarakat menyebutnya mbiring. Namun jika keadaan sebaliknya atau tutup kepala tidak berhias benang emas, masyarakat menyebutnya pasapu guru. Biasanya, yang mengenakan pasapu guru adalah mereka yang berstatus sebagai guru di kampung. Pemakaian tutup kepala pada busana pria mempunyai makna-makna dan simbol-simbol tertentu yang melambangkan satus sosial pemakainya.
Kelengkapan busana adat pria Makasar yang tidak pernah lupa untuk dikenakan adalah perhiasan seperti keris, gelang, selempang atau rante sembang, sapu tangan berhias atau passapu ambara, dan hiasan pada penutup kepala atau sigarak. Keris yang senantiasa digunakan adalah keris dengan kepala dan sarung yang terbuat dari emas, dikenal dengan sebutan pasattimpo atau tatarapeng.

Busana adat wanita
Terdiri atas baju dan sarung atau lipa. Ada dua jenis baju yang biasa dikenakan oleh kaum wanita, yakni baju bodo dan baju labbu dengan kekhasannya tersendiri. Baju bodo berbentuk segi empat, tidak berlengan, sisi samping kain dijahit, dan pada bagian atas dilubangi untuk memasukkan kepala yang sekaligus juga merupakan leher baju. Adapun baju labbu atau disebut juga baju bodo panjang, biasanya berbentuk baju kurung berlengan panjang dan ketat mulai dari siku sampai pergelangan tangan. Bahan dasar yang kerap digunakan untuk membuat baju labbu seperti itu adalah kain sutera tipis, berwarna tua dengan corak bunga-bunga. Kaum wanita dari berbagai kalangan manapun bisa mengenakan baju labbu.
Pasangan baju bodo dan baju labbu adalah kain sarung atau lipa, yang terbuat dari benang biasa atau lipa garusuk maupun kain sarung sutera atau lipa sabbe dengan warna dan corak yang beragam. Namun pada umumnya, warna dasar sarung Makasar adalah hitam, coklat tua, atau biru tua, dengan hiasan motif kecilkecil yang disebut corak cadii.
Sama halnya dengan pria, wanita makasar pun memakai berbagai perhiasan untuk melengkapi tampilan busana yang dikenakannya Unsur perhiasan yang terdapat di kepala adalah mahkota (saloko), sanggul berhiaskan bunga dengan tangkainya (pinang goyang), dan anting panjang (bangkarak). Perhiasan di leher antara lain kalung berantai (geno ma`bule), kalung panjang (rantekote), dan kalung besar (geno sibatu), dan berbagai aksesori lainnya. Penggunaan busana adat wanita Makasar yang lengkap dengan berbagai aksesorinya terlihat pada busana pengantin wanita. Begitu pula halnya dengan para pengiring pengantin, hanya saja perhiasan yang dikenakannya tidak selengkap itu.
Selain itu,terdapat juga adat pernikahan orang Makassar. Banyak sekali serangkaian kegiatan pernikahan adat di Makassar yaitu sebagai berikut :

1. A’jagang-jagang/Ma’manu-manu
Penyelidikan secara diam-diam oleh pihak calon mempelai pria untuk mengetahui latar belakang pihak calon mempelai wanita.

2. A’suro/Massuro
Acara ini merupakan acara pinangan secara resmi pihak calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita. Dahulu, proses meminang bisa dilakukan beberapa fase dan bisa berlangsung berbulan-bulan untuk mencapai kesepakatan.

3. Appa’nasa/Patenre Ada
Usai acara pinangan, dilakukan appa’nasa/patenre ada yaitu menentukan hari pernikahan. Selain penentuan hari pernikahan, juga disepakati besarnya mas kawin dan uang belanja. Besarnya mas kawin dan uang belanja ditentukan menurut golongan atau strata sosial sang gadis dan kesanggupan pihak keluarga pria.

4. Appanai Leko Lompo (erang-erang)
Setelah pinangan diterima secara resmi, maka dilakukan pertunangan yang disebut A’bayuang yaitu ketika pihak keluarga lelaki mengantarkan passio/passiko atau Pattere ada (Bugis). Hal ini dianggap sebagai pengikat dan biasanya berupa cincin. Prosesi mengantarkan passio diiringi dengan mengantar daun sirih pinang yang disebut Leko Caddi. Namun karena pertimbangan waktu, sekarang acara ini dilakukan bersamaan dengan acara Patenre Ada atau Appa’nasa.



5. A’barumbung (mappesau)
Acara mandi uap yang dilakukan oleh calon mempelai wanita.

6. Appasili Bunting (Cemme Mapepaccing)
Kegiatan tata upacara ini terdiri dari appasili bunting, a’bubu, dan appakanre bunting. Prosesi appasili bunting ini hampir mirip dengan siraman dalam tradisi pernikahan Jawa. Acara ini dimaksudkan sebagai pembersihan diri lahir dan batin sehingga saat kedua mempelai mengarungi bahtera rumah tangga, mereka akan mendapat perlindungan dari Yang Kuasa dan dihindarkan dari segala macam mara bahaya. Acara ini dilanjutkan dengan Macceko/A’bubu atau mencukur rambut halus di sekitar dahi yang dilakukan oleh Anrong Bunting (penata rias). Tujuannya agar dadasa atau hiasan hitam pada dahi yang dikenakan calon mempelai wanita dapat melekat dengan baik. Setelah usai, dilanjutkan dengan acara Appakanre Bunting atau suapan calon mempelai yang dilakukan oleh anrong bunting dan orang tua calon mempelai. Suapan dari orang tua kepada calon mempelai merupakan simbol bahwa tanggung jawab orang tua kepada si anak sudah berakhir dan dialihkan ke calon suami si calon mempelai wanita.

7. Akkorongtigi/Mappaci
Upacara ini merupakan ritual pemakaian daun pacar ke tangan si calon mempelai. Daun pacar memiliki sifat magis dan melambangkan kesucian. Menjelang pernikahan biasanya diadakan malam pacar atau Wenni Mappaci (Bugis) atau Akkorontigi (Makassar) yang artinya malam mensucikan diri dengan meletakan tumbukan daun pacar ke tangan calon mempelai. Orang-orang yang diminta meletakkan daun pacar adalah orang-orang yang punya kedudukan sosial yang baik serta memiliki rumah tangga langgeng dan bahagia. Malam mappaci dilakukan menjelang upacara pernikahan dan diadakan di rumah masing-masing calon mempelai.

8. Assimorong/Menre’kawing
Acara ini merupakan acara akad nikah dan menjadi puncak dari rangkaian upacara pernikahan adat Bugis-Makassar. Calon mempelai pria diantar ke rumah calon mempelai wanita yang disebut Simorong (Makasar) atau Menre’kawing (Bugis). Di masa sekarang, dilakukan bersamaan dengan prosesi Appanai Leko Lompo (seserahan). Karena dilakukan bersamaan, maka rombongan terdiri dari dua rombongan, yaitu rombongan pembawa Leko Lompo (seserahan) dan rombongan calon mempelai pria bersama keluarga dan undangan.

9. Appabajikang Bunting
Prosesi ini merupakan prosesi menyatukan kedua mempelai. Setelah akad nikah selesai, mempelai pria diantar ke kamar mempelai wanita. Dalam tradisi Bugis-Makasar, pintu menuju kamar mempelai wanita biasanya terkunci rapat. Kemudian terjadi dialog singkat antara pengantar mempelai pria dengan penjaga pintu kamar mempelai wanita. Setelah mempelai pria diizinkan masuk, kemudian diadakan acara Mappasikarawa (saling menyentuh). Sesudah itu, kedua mempelai bersanding di atas tempat tidur untuk mengikuti beberapa acara seperti pemasangan sarung sebanyak tujuh lembar yang dipandu oleh indo botting (pemandu adat). Hal ini mengandung makna mempelai pria sudah diterima oleh keluarga mempelai wanita.

10. Alleka bunting (marolla)
Acara ini sering disebut sebagai acara ngunduh mantu. Sehari sesudah pesta pernikahan, mempelai wanita ditemani beberapa orang anggota keluarga diantar ke rumah orang tua mempelai pria. Rombongan ini membawa beberapa hadiah sebagia balasan untuk mempelai pria. Mempelai wanita membawa sarung untuk orang tua mempelai pria dan saudara-saudaranya. Acara ini disebut Makkasiwiang.
Apabila sepasang pengantin sudah melakukan serangkaian kegiatan diatas, barulah mereka dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri.


Sumber :
  • http://fajrinarif.wordpress.com/2012/11/26/kebudayaan-daerah-makassar/